a) Berkumur dan ber-istinsyaaq berlebihan saat wudhu
“Ber-istinsyaaq-lah dengan bersangatan kecuali jika kamu dalam berpuasa.” (Ashabus Sunan dan Ibnu Kuzaimah)b) Mencium
c) Terus menerus memandangi istri dengan syahwat
d) Membayangkan hubungan intim
e) Bermesraan dengan istri
f) Mengunyah sesuatu karena dikhawatirkan airnya tertelan
g) Mencicipi makanan
h) Berkumur bukan dalam rangka berwudhu’ atau keperlun mendesak
HAL-HAL YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG BERPUASA
a) Siwak sepanjang hari
b) Mendinginkan badan dengan air karena suatu yang panas
c) Makan minum dan bersetubuh dimalam hari sampai terbit fajar
d) Berobat dengan obat obatan yang halal selama tidak ada yang masuk
e) Menghirup minyak wangi dan asap makanan
HAL-HAL YANG DIMAAFKAN
a) Menelan ludah sekalipun banyak
b) Muntah dan mimisan tanpa disengaja
c) Debu jalanan, asap pabrik, asap kayu bakar, dan lainnya yang tidak mungkin dihindari
d) Waktu pagi tiba, sedang dia dalam keadaan junub
e) Mimpi basah
f) Makan dan minum karena lupa
HAL-HAL YANG WAJIB DITINGGALKAN
a) Perkataan palsu
Dari Abu Huroiroh, Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhori)
b) Perbuatan sia-sia dan keji
Dari Abu Huroiroh, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN
a) Masuknya cairan kedalam perut melalui hidung
b) Air masuk ke perut karena berkumur dan ber-istinsyaaq berlebihan
c) Keluarnya mani karena memandang istri terus menerus atau membayangkan hubungan intim atau berciuman atau berpelukan
d) Muntah dengan sengaja
e) Dari Abu Huroiroh, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa muntah dengan sengaja maka dia harus mengganti.” (HR. Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Majah)f) Makan atau minum karena menduga matahari terbenam padahal belum
g) Makan dan minum karena lupa, namun ketika ingat dia tidak menahan untuk itu
h) Memasukkan sesuatu yang bukan makanan atau minuman kedalam perut lewat mulut
i) Dari Ibnu Abbas, dia berkata:
“Puasa itu batal disebabkan ada yang masuk, bukan karena ada yang keluar.” (Ibnu Abi Syaibah dan disebutkan al Hafizh dalam Fathul Baari)j) Murtad dari Islam
Diringkas dari:
1. Panduan Praktis Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, Idul Fitri, Idul Adh Ha, dan Kurban oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman, Abu Malik Kamal As Sayyid Salim, DR. Sa’id ‘Ali bin Wahf Al Qathani. Diterbitkan Pustaka Ibnu Umar.
2. Sifat Puasa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Diterbitkan Pustaka Al Haura’.

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban