Bercanda merupakan salah satu hal yang
digemari masyakat Indonesia, baik itu anak-anak maupun orang tua;laki-laki
maupun wanita; penarik becak maupun pedagang; pelajar maupun pegawai. Pokoknya
segala lapisan gemar canda.
Para Pembaca yang budiman, disana
terdapat beberapa canda yang diharamkan, karena melampaui batas syari’at,
seperti berikut ini:
· Menyinggung Allah, Rasul-Nya, dan Syari’at-Nya.
Allah berfirman,
"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin dari kaumnya:"Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang yang hina-dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apapun atas kami. Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". (QS. Huud : 27)
Syaikh Abdul Aziz bin Baz-rahimahullah- berkata, "Barang
siapa yang mengolok-olok suatu (ajaran) dari agama Rasul, atau pahalanya, atau
siksaannya, maka sungguh ia telah kafir berdasarkan firman-Nya:
"Katakanlah :"Apakah dengan
Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok".(QS.At-Taubah : 65-66) " .
[Lihat Majmu' Fatawa wa Maqolat Mutanawwi'ah (1/131)]
Diantara perkara yang masuk dalam
masalah ini adalah menjadikan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasululllah sebagai bahan
anekdot. Hindarilah karena ini berbahaya.
· Merendahkan Orang Lain
Bercanda merupakan suatu hal yang
memang mengasyikkan. Namun hal ini kadang mengantarkan pelakunya merendahkan
orang lain.
Kalian akan melihat ada sebagian orang
yang meniru gaya jalan kawannya, dan cara ngomongnyadengan
alasan humor. Sekelompok lagi, ada sebagian yang memberikan gelar-gelar kepada
kawan dan saudaranya. Andaikan gelar itu diberikan kepadanya, niscaya hatinya
akan jengkel.
"Kesombongan itu adalah menolak
kebenaran dan memandang remeh orang lain". [HR.Muslim dalam Shohih-nya (91)]
Nabi -Shollallahu ‘alaihi
wasallam- bersabda,
"Janganlah kalian memperbanyak
tertawa karena memperbanyak tertawa bisa mematikan hati".[HR. At-Tirmidzy (2305), Ibnu Majah (4193). Lihat Shohih
Al-Adab Al-Mufrod (253)]
· Berbicara Tentang Wanita
Berbicara tentang wanita merupakan
salah satu bahan humoran bagi sebagian orang yang tipis imannya, dan rendah
rasa malunya. Karena pembicaraan tentang wanita dominannya mengarah kepada
perkara tabu.
Seorang tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois -rahimahullah- berkata, "Jauhkanlah
majelis kita dari obrolan seputar wanita dan makanan karena aku benci seseorang
yang suka membicarakan (masalah) farji dan perutnya".[Lihat Siyar
A'lam An-Nubala' (4/94)]
Abdullah bin Umar -radhiyallahu
anhuma- berkata,
"Sesuatu yang paling pantas
disucikan oleh seorang hamba adalah lisannya" . [HR.Ahmad dalamAz-Zuhd (26), Abu Dawud
dalam Az-Zuhd (322),Ibnu Abi Ashim dalam Az-Zuhd (26),dan
Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (1/307) dengan sanad yang shohih]
· Dusta Demi Canda
Ciri seorang mukmin adalah jujur dalam
berbicara sebagaimana pribadi Nabi kita.
Abu Hurairah berkata, "Ya
Rasulullah, engkau bercanda dengan kami?" Beliau bersabda,
"Sesungguhnya aku tak akan
mengucapkan sesuatu kecuali itu benar" .
At-Tirmidzy dalam As-Sunan (1990). Hadits ini di-shohih-kan
Al-Albany dalam Ash-Shohihah (1726)]
Satu bentuk kebiasaan buruk jika
seseorang berusaha untuk membuat orang lain senang dan tertawa, namun ia
mengucapkan sesuatu yang dusta sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian
pelawak, dan pemain sandiwara atau orang yang cari-cari muka.
Nabi bersabda:
"Aku akan memberikan jaminan
sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun
ia benar, dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta
sekalipun ia bercanda, serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang
akhlaknya bagus". [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (4800).
Lihat Ash-Shohihah (494)]
Artikel:http://almakassari.com/artikel-islam/akhlak/jangan-lupakan-adab-ketika-bercanda.html

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban