Pengertian Tasyri’ dan Penjelasannya
Tasyri’ adalah apa yang diturunkan kepada hambaNya berupa manhaj (jalan) yang harus mereka lalui dalam bidang akidah, muamalat, dan sebagainya. Termasuk didalamnya masalah penghalalan dan pengharaman.
Sesungguhnya Dzat yang Esa dalam menciptakan alam semesta, Dia sendirilah yang berhak memberi petunjuk kepada hambaNya, menurunkan syariat kepada mereka, dan memberi titah kepada mereka.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang kesendirianNya dalam mencipta,
“Allah menciptakan segala sesuatu, dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang keesaanNya dalam segala urusan,
“Mereka berkata, ‘Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya urusan ini seluruhnya milik Allah’.” (QS. Ali-Imran: 154)
Allah menyebutkan kedua macam keesaanNya bersamaan,
“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al-A’raf: 54)
Penjelasan rububiyyah dan uluhiyyah Allah).
Membuat Syari’at hanya hak Allah saja
Tidak ada yang halal kecuali apa yang Ia dan RasulNya halalkan dan tidak ada yang haram kecuali sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan RasulNya, dan tidak ada agama yang benar kecuali yang telah disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan RasulNya.
Tidak seorangpun berwenang menghalalkan kecuali apa yang Allah subhanahu wa ta’ala halalkan dan tidak boleh mengharamkan kecuali apa yang telah Allah subhanahu wa ta’ala haramkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebutoleh lidahmu secara dusta, ‘Ini halal dan ini haram’, untuk mengada-ada kebohongan terhadap Allah.” (QS. an-Nahl: 116)
Tidak berhak selain Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan suatu urusan, menghalalkan apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala atau mengharamkan yang dihalalkan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang tunduk patuh kepada selainNya,
“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal’. Katakanlah, ‘Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?’” (QS. Yunus: 59)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy-Syura: 21)
Bahayanya mentaati musyarri’ selain Allah
Siapa yang mentaati musyarri’ (yang membuat syari’at) selain Allah, maka ia telah menyekutukan Allah.
“...dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-An’am: 121)
“ Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan rabb) al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah: 31)
Diriwayatkan dari Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengunjunginya sementara dilehernya ada salib terbuat dari perak, beliau membaca ayat, ‘Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah’. Maka saya (Adi bin Hatim) berkata, “Bukankah mereka tidak menyembah orang-orang alim dan rahib-rahib mereka?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab,
“Ya (mereka tidak menyembah), akan tetapi mereka mengharamkan atas apa yang halal bagi mereka dan menghalalkan untuk mereka sesuatu yang haram kemudian mereka mengikutinya. Itulah (bentuk) ibadah mereka kepada orang-orang alim dan rahib-rahib mereka.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
Semoga Allah menyelamatkan kita dari membuat syar’at baru maupun mengikuti orang yang membuat syari’at baru. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Wallahu a’lam.
-Pokok-pokok Ajaran Islam yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Dr. Abdullah Al-Mushlih dan Dr. Shalah Ash-Shawi
--Kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerbit: Darul Haq
No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban