Sunday, 23 March 2014

0 Salah Paham Definisi Syirik

, ,
1. Apabila dia mengatakan, ”Syirik itu menyembah ‎berhala-berhala.”
Maka jawablah: “apakah kamu mengira, bahwasanya ‎orang-orang musyrik itu berkeyakinan ‎bahwa kayu- kayu dan pohon-‎pohon yang mereka sembah adalah yang menciptakan, yang memberi rezeki ‎dan yang mengatur urusan orang yang berdo’a ‎kepadanya?

Pendapatmu itu tidak dibenarkan oleh Al ‎Qur’an, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah ‎Ta’ala :‎

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الأمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki ‎kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang ‎kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan ‎siapakah yang mengeluarkan yang mati dari yang ‎hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” ‎Maka mereka akan menjawab: “Allah”. (Yunus :31).‎"

2. Jika dia mengatakan: “Orang-orang yang ‎menujukan pemujaan kepada kayu atau suatu batu ‎atau bangunan di atas sebuah kuburan atau yang ‎lainnya seraya berdo’a kepada benda-benda itu dan ‎menyembelih kurban demi untuknya: Bahwasanya ‎benda-benda itu dapat mendekatkan kami kepada ‎Allah dengan sedekat-dekatnya dan dapat menolak ‎bala’ dari kami dengan barokahnya.”‎

Perlu juga dikatakan kepadanya lagi: ucapanmu, ‎‎“Syirik itu menyembah kepada berhala“ Apakah yang ‎kamu maksud, bahwa syirik itu khusus kepada ‎penyembahan berhala saja, sedangkan bergantung ‎kepada orang-orang shalih serta berdo’a kepada ‎mereka tidak termasuk syirik? Padahal hal ini ‎dibantah oleh ayat yang disebutkan Allah dalam ‎kitabnya tentang kekufuran orang yang selalu ‎bergantung kepada para malaikat, Nabi ‘Isa dan orang-‎orang shalih. Maka wajib kamu akui, bahwasanya ‎orang yang mempersekutukan Allah dengan seseorang dari orang-‎orang shalih dalam beribadah kepada Allah adalah bentuk syirik yang ‎tercantum dalam Al-Qur’an."

Sumber: e-book kasyfu syubhat ibnumajjah.wordpress.com

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban