1. Apabila dia mengatakan, ”Syirik itu menyembah berhala-berhala.”
Maka jawablah: “apakah kamu mengira, bahwasanya orang-orang musyrik itu berkeyakinan bahwa kayu- kayu dan pohon-pohon yang mereka sembah adalah yang menciptakan, yang memberi rezeki dan yang mengatur urusan orang yang berdo’a kepadanya?
Pendapatmu itu tidak dibenarkan oleh Al Qur’an, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah Ta’ala :
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الأمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. (Yunus :31)."
2. Jika dia mengatakan: “Orang-orang yang menujukan pemujaan kepada kayu atau suatu batu atau bangunan di atas sebuah kuburan atau yang lainnya seraya berdo’a kepada benda-benda itu dan menyembelih kurban demi untuknya: Bahwasanya benda-benda itu dapat mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan dapat menolak bala’ dari kami dengan barokahnya.”
Perlu juga dikatakan kepadanya lagi: ucapanmu, “Syirik itu menyembah kepada berhala“ Apakah yang kamu maksud, bahwa syirik itu khusus kepada penyembahan berhala saja, sedangkan bergantung kepada orang-orang shalih serta berdo’a kepada mereka tidak termasuk syirik? Padahal hal ini dibantah oleh ayat yang disebutkan Allah dalam kitabnya tentang kekufuran orang yang selalu bergantung kepada para malaikat, Nabi ‘Isa dan orang-orang shalih. Maka wajib kamu akui, bahwasanya orang yang mempersekutukan Allah dengan seseorang dari orang-orang shalih dalam beribadah kepada Allah adalah bentuk syirik yang tercantum dalam Al-Qur’an."
Sumber: e-book kasyfu syubhat ibnumajjah.wordpress.com

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban