Doa dengan kata-kata yang sarat makna dan sebuah ungkapan yang mengandung luapan kasih sayang,
“Ya Alloh, jangan jadikan kuburku berhala.”[1]Sebuah bentuk semangat yang tinggi dan kasih sayang yang dalam terhadap umatnya.
Hal ini telah dijelaskan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
”Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At- Taubah: 128)
Bahkan Rasululloh ‘alaihi sholatu wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka melainkan telah disampaikan kepada kalian.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 2/425)
Sabda Nabi ‘alaihi sholatu wa sallam: “Jangan jadikan kuburku berhala” mengandung beberapa faedah:
- Sebuah peringatan sekaligus berita ilahi bahwa mayoritas umatnya akan terjatuh ke dalam fitnah (ujian/bala) ini.
- Usaha beliau menutup segala pintu dan jalan yang akan mengantarkan kepada malapetaka besar dan kepada dosa yang akan mengekalkan di dalam neraka. Itulah bencana dan dosa syirik.
- Perintah keras sekaligus pengajaran sikap beragama agar tidak menyerupai sedikitpun orang-orang kafir dalam urusan agama, peribadatan, dan perilaku mereka.
- Agama yang dibawanya kekal sekalipun beliau telah tiada. Tidak ada kebaikan sedikitpun, serta tidak ada kejelekan atau yang akan membawa kepadanya sekecil apapun melainkan beliau telah memperingatkan darinya.
Fitnah kubur adalah fitnah(ujian) besar
Pertama:
Batin mereka rusak karena menyerahkan seluruh persoalan hidupnya, bahagia dan susah, lulus atau gagal, selamat atau celaka, beruntung atau merugi, baik atau buruk kepada kuburan. Bisakah kuburan dan penghuninya berbuat untuk dirinya? Jika hal itu tidak mungkin, bagaimana mungkin dia bisa berbuat untuk orang lain?
Kedua:
lahiriah mereka rusak karena telah berkorban yang tidak sedikit untuk sebuah kuburan tertentu, baik dengan menyembelih kurban padanya, bernadzar untuknya, atau mempersiapkan bekal yang banyak untuk mengelilingi makam para wali dengan tujuan mendulang berkah darinya. Sungguh, siapakah yang bisa melakukan pengubahan nasib hidup kalau bukan Alloh Subhanahu wa Ta’ala? Lalu apakah yang mereka sisakan untuk Alloh Subhanahu wa Ta’ala jika harta semuanya diperuntukkan bagi kuburan?
Ketiga:
Bahkan umat yang telah ditimpa fitnah ini siap berkorban darah terhadap siapa saja yang mengingkari dan menentang perbuatan mereka.
Keempat:
Fitnah kuburan akan menghantarkan kepada syirik besar dan kecil.Sementara kita telah mengetahui bahwa syirik merupakan kedzaliman yang paling tinggi, dosa yang paling besar, yang akan menghapuskan seluruh amalan di dalam Islam, mengekalkan pelakunya di dalam neraka.
Oleh karena itu, Rasululloh ‘alaihi sholatu wa sallam dengan keras memperingatkan:
“Alloh telah melaknat Yahudi dan Nashara, karena mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari (3/156, 198 dan 8/14) dan
Muslim (2/67) dari Aisyah radhiallohu ‘anha)
Kuburan dan Masjid, Dua Tempat yang Berbeda
Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan:
“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang menghalanghalangi menyebut nama Alloh dalam masjid-masjidNya dan berusaha untuk merobohkannya?”
Adapun kuburan Rasululloh ‘alaihi sholatu wa sallam bersabda:
“Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan kalian sholat mengahdapnya.” (HR. Bukhari (3/156,198 dan 8/114) dan Muslim (2/67) dari Aisyah radhiallohu ‘anha)
Tentang kuburan, Rasululloh ‘alaihi sholatu wa sallam juga menjelaskannya:
“Semua tanah bisa dijadikan masjid (tempat sholat) kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Muslim, 3/62, dari sahabat Abu Martsad Al-Ghanawi radhiallohu ‘anhu)
Asy-syaikh Al-Albani rohimahulloh menjelaskan: “Masjid dan kuburan tidak akan berkumpul.”
___________
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban