Dalilnya adalah firman Alloh تعلي :
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia diakherat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Ali Imran: 85).
2. Sesungguhnya barang siapa yang berkeyakinan bahwa Yahudi dan Nashoro mereka tidak kafir maka sungguh dia telah kafir, karena telah mendustakan Alloh تعلي yang telah mengkabarkan tentang kekafiran mereka.
Alloh تعلي berfirman yang artinya :
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) keneraka jahannam; mereka kekal didalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (Al-Bayyinah: 6).
3. Sesungguhnya barang siapa yang menganggap bahwa agama Islam adalah sama dengan agama-agama sebelumnya (seperti Yahudi dan Nashoro) yang telah terhapus syariatnya dengan syariat Islam dan memberikan keluasan atau memperbolehkan kaum muslimin untuk keluar dari agamanya dan memperbolehkan memilih agama selain Islam maka sungguh dia telah kafir.
berdasarkan firman Alloh تعلي:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِين
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Ali Imran: 85)”
4. Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan Yahudi, Nashoro dan selain dari keduanya mereka adalah musuh Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman dan mereka adalah Ahlun-Nar (penghuni neraka Jahanam).
Hal ini sebagaimana firman Alloh تعلي:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَ أَوْلَـئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ(Lihat Fatwa Haiah Kibarul-Ulama no.19402, tanggal 25/1/1418 H).
“Sesuآngguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (Al-Bayyinah: 6).
Penulis: Bulletin Al Atsary Semarang, Edisi 2/Dzulhijjah/1426H.

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban