Dalil Dalil
Hal ini diberitahukan sendiri oleh Allah Ta'ala di dalam firman-Nya, di
antaranya, yang artinya:
"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat
mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang
(timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.." (QS. 2:109)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala yang lain, artinya:
"Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari
jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi
bengkok, padahal kamu menyaksikan.' Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang
kamu kerjakan." (QS. 3:99)
Firman Allah (yang artinya):
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang
kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran),
lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi." (QS. 3:149)
Salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agama (jalan yang
lurus) yakni dengan menyeru dan mempublikasikan hari-hari besar mereka ke
seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan
hari besar yang sifatnya umum dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal
setiap muslim seharusnya menjauhi hari besar mereka dan tak perlu
menghiraukannya.
Perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah kebatilan semata yang
dikemas sedemikian rupa, sehingga kelihatan menarik.
Larangan Meniru Sikap dan Perilaku Mereka
Telah jelas sekali dalil-dalil dari Al
Quran, Sunnah, dan atsar yang shahih tentang larangan meniru sikap dan perilaku
orang kafir yang jelas-jelas itu merupakan ciri khas dan kekhususan dari agama
mereka. Keseluruhan waktu dan tempat yang diagungkan oleh orang kafir yang
tidak ada tuntunannya di dalam Islam, maka haram bagi setiap muslim untuk ikut
mengagungkannya.
Larangan untuk meniru dan memeriahkan
hari besar orang kafir selain karena adanya dalil yang jelas juga dikarenakan
akan memberi dampak negatif, antara lain:
1. Orang-orang
kafir itu akan merasa senang dan lega dikarenakan sikap mendukung umat Islam
atas kebatilan yang mereka lakukan.
2. Dukungan
dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh ke dalam batin yakni akan
merusak akidah yang bersangkutan secara bertahap tanpa terasa.
3. Yang
paling berbahaya ialah akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan batin terhadap
orang kafir yang bisa menghapuskan keimanan. `
Tidak
Diperbolehkan Memberi Respon Dukungan
Tidak diperbolehkan kaum muslimin
memberikan respon di dalam bentuk apapun yang intinya ada unsur dukungan,
membantu atau memeriahkan perayaan orang kafir,
Kaum muslimin tidak diperbolehkan
beranggapan bahwa hari raya orang kafir seperti tahun baru (masehi), atau
milenium baru sebagai waktu penuh berkah(hari baik) yang tepat untuk memulai
babak baru di dalam langkah hidup dan bekerja, di antaranya adalah seperti
melakukan akad nikah, memulai bisnis, pembukaan proyek-proyek baru dan
lain-lain.
Dilarang bagi umat Islam untuk
mengucapkan selamat atas hari raya orang kafir, karena ini menunjukkan sikap
rela terhadapnya di samping memberikan rasa gembira di hati mereka.
---
(Dinukil dari Fatwa Komisi Tetap untuk
Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi tentang Perayaan Milenium Baru
tahun 2000. Tertanda
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh
Anggota: Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan)
Sumber: www.salafy.or.id*
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh
Anggota: Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan)
Sumber: www.salafy.or.id*
*dengan beberapa
editan

fgsv
ReplyDeletesvs
ReplyDeletesvsdvs
Deletesvdvsv
Delete