a) Hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Ibnul Jauzi :
“Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Romadhon, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Romadhon seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Romadhon dari awal tahun kepada tahun berikutnya ... “ hingga akhir hadits ini.
Hadits ini maudhu’ (palsu) karena terdapat kelemahan pada salah satu perawinya yaitu Jabir bin Ayyub.
b) Hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Al Muhamili :
“... Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ...” hingga akhir hadits ini.
Hadits ini dhoif (lemah) karena terdapat kelemahan pada salah satu perawinya yaitu Ali bin Zaid.
c) Hadits yang diriwayatkan Ibnu Adi :
“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Hadits ini dhoif karena terdapat kelemahan dari beberapa perawinya yaitu Nahsyal bin Sa’id dan Ad Dhohhak.
d) Hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi, Ad Dailami, dan Ibnu An Najar :
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.”
Kelanjutannya adalah “Diamnya adalah tasbih, amalannya dilipat-gandakan, do’anya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” Hadits ini dhoif karena terdapat kelemahan pada beberapa perawinya yaitu Ma’ruf bin Hasan, Salman bin Umar, Sulaiman An Nakho’i, dan Abdul Malik bin Umair.

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan penuh pertanggung jawaban